Berbicang dengan seorang teman, kapan kamu cuti dan berlibur ? jawabnya, nanti pada saat target di pekerjaan saya sudah saya capai, pada saat semua keperluan primer sudah terpenuhi, pada saat kondisi keuangan saya lebih baik dari sekarang dan seterusnya.

Teman, aku  sangat setuju dengan apa yang kamu sampaikan.  Alangkah nikmatnya ketika berlibur kita tidak diganggu masalah pekerjaan, finansial dan lain lain. Hanya saja bertahun tahun aku  coba mengkondisikan hal itu dan tak pernah berhasil se sempurna yang ku harapkan .  Sampai akhirnya aku pikir berlibur (traveling) harus dilakukan, karena pada saat berlibur kita dilepaskan dari masalah rutinitas pekerjaan dan segala keruwetan kehidupan.  Berlibur buatku seperti sebuah handphone yang di restart kembali.  Bikin fresh dan kembali optimal dalam bekerja.

IMG_9178

Kepulauan Natuna, salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi sebagai tempat berlibur (Canon EOS 5D mk ii/lensa Canon 17-40 mm f 4)

Aku tidak  akan membahas tips dan cara berlibur atau traveling, karena menurut ku semua orang punya gaya  masing- masing dalam merencanakan liburan nya. Kesimpulan sederhana ku sebenarnya adalah ” berlibur sama pentingnya dengan bekerja “