Tags

, , , , , , ,


Fujifilm XT1, lensa Fujinon 14 mm f 2.8

Pertanyaan menggelitik ketika suatu pagi aku membaca sebuah tulisan   tentang arti “bekerja”.  Sebuah kata yang  seketika membuat  aku merenung dan   mencoba memahaminya. Tak butuh waktu  lama aku sampai ke sebuah  kesimpulan. Bekerja sama saja dengan beraktifitas. Sesederhana itu ?? Yup….sangat sederhana.

Jantung  bekerja memompa darah keseluruh tubuh, atau  saat mata kita kemasukan benda asing maka kelopak mata segera menutup, aktifitas yang dikenal dengan istilah  reflek itu merupakan contoh aktifitas yang tidak didalam ruang kendali. Sedangkan kegiatan berjalan, berlari berangkat ke kantor  menjadi aktifitas yang sepenuhnya ada didalam kendali kita. Semuanya itu ku sebut sebagai “kerja” atau bekerja. Tapi apakah cukup sampai disitu?

Mengutip  Professor Hamka

“Kalau kerja hanya sekedar kerja, Kerbau disawah juga bekerja !!”

Kalimat yang tegas itu menyadarkanku bahwa kerja saja tidak cukup kalau tidak mau disamakan dengan ” Kerbau”  karena  manusia dianugerahi sang Pencipta dengan “akal” untuk memutuskan tujuan dalam bekerja.

Lantas apa yang menjadi tujuanku?

“Tujuanku bekerja untuk membuatku bahagia”

Mungkin terdengar egois, tapi coba kita telaah lebih jauh. Sewaktu kita bekerja dan kita bahagia karenanya maka  akan lebih mudah mentransfer kebahagiaan itu ke makhluk dan lingkungan sekitar.  Pada saat bahagia maka senyum  akan lebih tulus dan kita akan dengan  senang hati melayani orang lain. Sampai  pada gilirannya  akan sangat membahagiakan sewaktu kita  bisa mengantarkan orang lain ke puncak kesuksesannya. Sekarang tinggal  satu satu pertanyaan yang belum terjawab. “Mungkinkah pekerjaan yang tidak membuat kita bahagia, bisa membahagiakan orang lain?”

Kurt Cobain dan Jimmy Hendrix adalah contoh orang-orang yang mampu melakukannya. Lewat petikan gitarnya, mereka membuat jutaan penggemarnya histeris dan  larut dalam kebahagiaan. Sayangnya mereka sendiri tak menikmatinya, sampai pada akhirnya mereka   memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lebih cepat.

Kesimpulannya bekerjalah untuk kebahagiaan diri sendiri, lalu  sebarkan kebahagiaan itu ke lingkungan dan orang lain  disekitar kita. Sempurnakan ia  dengan  dua kata ajaib “ikhlas dan bersyukur”

(Tulisan ini hanya merupakan opini pribadi, tanpa bermaksud menggurui)

Salam