Tags

, , , , , , , , ,


Gunung Bromo diambil dari bahasa Sangsekerta untuk Brahma (salah satu Dewa utama agama Hindu). Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru ini pernah aku kunjungi pada bulan Oktober tahun 2011 silam.

Dengan ketinggian 2.300 dpl Gunung Bromo  dapat dicapai dari beberapa kota di Jawa Timur. Salah satu alternatifnya adalah lewat kota Probolinggo. Dengan menggunakan taksi dari bandara Juanda Surabaya aku menuju stasiun bus antar kota lalu melanjutkan perjalanan  menuju kota Probolinggo. Sesampai disana perjalanan masih harus dilanjutkan dengan menggunakan angkot atau ojek menuju desa Cemoro Lawang sebagai tempat terakhir dimana masih terdapat penginapan.

bromo

Matahari terbit di Bromo

Matahari terbit,  adalah salah satu pemandangan terbaik yang dapat disaksikan  di kawasan ini  dan untuk itu  aku harus bangun subuh-subuh, menumpang  ojek yang telah dipesan sebelumnya.

Motor melaju   menembus gelap   dan  dengan lincah berkelok-kelok melewati jalan sempit berbatu membuat tubuh  terhempas lemas.

bromo

Pemandangan Bromo dari Penanjakan 1

Dari Penajakan 1 terlihat pemandangan yang membuat semua kesakitan diperjalanan terbayar lunas. Langit laksana kanvas yang dilukis  sempurna dengan dominasi warna merah menyala.  Seiring naiknya mentari gunung Batok, Bromo dan Semeru dikejauhan mulai menampakkan diri.

Gunung batok

Gunung Batok

Kawah Bromo nampak  terkoyak karena pada saat itu baru terjadi letusan, sementara Semeru terlihat mengeluarkan asap dari kawahnya. Waktu matahari mulai tinggi perjalananpun dilanjutkan. Pengendara ojek yang adalah pria suku Tengger dengan tenang memacu motornya seolah tak peduli dengan jurang yang menganga.

bromo

Bromo, Batok dan Semeru

Memasuki lautan pasir, motor melaju semakin kencang meninggalkan debu dibelakang, sampai akhirnya tak ada jalan lagi  dan kuda-kuda sudah menunggu untuk membawaku ke puncak.

bromo

Menanti penumpang

Tangga menuju kawah nyaris tak terlihat karena tertutup pasir, beberapa orang terlihat berusaha mendaki meski dengan kaki-kaki terlihat kepayahan. Aku memutuskan untuk tak melakukan hal yang sama. Menikmati pemandangan dari kaki bawah sudah cukup memuaskanku.

Bromo

 

bromo

Menunggku penumpang II

bromo

Para penunggang kuda

bromo

Ditengah lautan pasir

Dari kejauhan terlihat Pura Luhur Poten ditengah lautan pasir, yang merupakan pura Hindu tempat beribadat suku Tengger sejak jaman Majapahit. Pura ini masih terlihat terawat dengan baik dan masih digunakan untuk upacara agama Hindu.

bromo

Matahari di Bromo

bromo

lautan pasir

bromo

Padang rumput

Aku melanjutkan perjalanan, kali ini di sebuah padang rumput luas. Namun pada saat itu rumput terlihat kering meranggas, disebabkan hawa panas letusan gunung.

 

Foto menggunakan kamera canon EOS 5 D mk ii dan lensa canon 17-40 mm f 4 serta kamera saku Sony