Tags

, , , ,


Sudah sekian lama blog ini terabaikan, kesibukan seringkali menjadi alasan yang paling mudah untuk diucapkan, walaupun kemalasan adalah penyebab satu-satunya  aku tak menulis dalam beberapa waktu terakhir, dan sekarang aku mencobanya kembali

Peter Quill,   super hero yang  berkali-kali menyelamatkan galaxy selalu membawa walkman Sony sebagai bagian dari aksinya,  mengingatkanku pada setumpuk kaset yang tersusun rapi di dalam kotak bekas di sudut rumahku.

Aku membuka laman wikepedia, mencari tahu kapan kaset bermula. 1963 adalah tahun diperkenalkannya kaset oleh Phillips dan dibawa ke Amerika tahun 1964. Kaset dalam ejaan aslinya Cassette berasal dari bahasa Perancis berarti kotak kecil terdiri dari kumparan pita magnetik yang mampu merekam data dalam format suara.

Ditahun 70-an kaset adalah media yang paling umum untuk merekam di industri  musik menggantikan piringan hitam yang cenderung kurang praktis dan berharga mahal. Pada Era 80 an sampai dengan 90 menjadi puncak kejayaan kaset,  sampai saat sejarah itu  kembali terulang.

kaset, pita kaset, tape recorder

Koleksi kaset

Peran kaset ditahun 2000-an perlahan-lahan mulai tergantikan  dengan benda  baru  bernama CD (compact disc) yang mungkin sebentar lagi juga akan menghilang digantikan oleh alat lain yang lebih canggih. Seperti hukum alam pada umumnya akan muncul hal-hal baru menggantikan yang lama.

Perjalanan ke masa lalu dimulai. Kotak-kotak kaset itu mulai kubongkar satu persatu, menyingkirkan debu yang melekat dan menjemurnyanya dibawah terik mentari. Walaupun untuk  tindakan terakhir ini aku tak tau manfaatnya.

Malangnya sewaktu kucoba di pemutar kaset yang  kebih dikenal dengan istilah “tep” atau tape recorder, pita kaset  menggulung diantara roda dan sama sekali  tak mengeluarkan suara. Tak menyerah, tape recorder tahun 80-an bermerek Sharp itu kubersihkan perlahan,  sementara itu  aku harus bolak balik ke toko elektronik dekat rumah untuk membeli beberapa parts yang sudah mulai tak berfungsi sempurna.

Project selesai, alunan pita kaset mendayu, tak ketinggalan suara mendesis yang menjadi ciri khas kaset  mengingatkanku akan sebuah era. Ditengah hujan  yang mengguyur deras kunikmati untaian nada , sambil berhayal tak lama lagi aku akan kaya raya  karena  harta karunku ini.

Sungguh mimpi disiang bolong  🙂